Pages

Wednesday, March 27, 2019

Deskripsi Diri

MAKALAH
DESKRIPSI DIRI




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01





BAB I
PENDAHULUAN


1.    Latar Belakang



Dalam kehidupan sehari-hari pastinya kita mengikuti kebudayaan apa yang diajarkan oleh orang. Baik keluarga, teman, sahabat dan sebagainya. Di negara kita sendiri pasti diajarkan norma-norma yang berlaku untuk kehidupan sehari-hari karena norma ini sangat berarti untuk masyarakat agar masyarakat hidup dengan tentram dan mendapatkan nilai sopan santun. Kita juga harus mengenali orang lain tidak hanya sehari. Tetapi, harus berhari-hari. Karena kita sebagai manusia harus mengetahui sifat seseorang apakah dia baik atau tidak baik. Banyak orang lain yang sangat mengenali diri orang lain. Namun. Mereka terkadang tidak mengenal diri sendirinya.

2.    Maksud dan Tujuan



Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya

3.    Rumusan Masalah



  1. Deskripsi menurut diri sendiri
  2. Derkripsi diri sendiri dalam keluarga
  3. Deskripsi diri sendiri dalam Tempat tinggal
  4. Deskripsi diri sendiri dalam kampus

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Deskripsi menurut diri sendiri



Nama saya Danon Anung Triutomo disini saya akan mendeskripsikan diri saya menurut pandangan saya menurut saya saya adalah orang yang cukup mandiri,mungkin karna sejak lama saya terpisah dari kedua orang tua saya dan hidup berdua dengan kakak saya membuat saya menjadi orang yang cukup mandiri dan juga saya merupakan orang yang mudah membaur dan bisa di bilang cukup mudah untuk mendapatkan teman.

B.    Deskripsi diri sendiri dalam keluarga



Dalam lingkungan keluarga bisa di bilang saya merupakan pribadi yang lucu, pengertian dan bertanggung jawab. Tanggung jawab yang saya maksud itu seperti dalam urusan membersihkan rumah, mencuci pakian kotor dll

C.    Deskripsi diri sendiri dalam Tempat tinggal



Dalam lingkungan tempat tinggal saya di bilang cukup akrab dengan semua tetangga saya dan mengenal cukup baik tetangga tetangga saya. Dan saya aktif dalam melakukan kewajiban di lingkungan tempat saya tinggal salah satu contohnya yaitu (RONDA) karna saya merupakan salah satu orang yang nocturnal saya dengan senang melakukan hal ini karna saya dapat lebih akrab dengan orang-orang di sekitar saya dan mereka juga lebih mengenal saya, Dan banyak orang kompleks sepantaran dengan saya jadi lebih mudah bergaul

D.    Deskripsi diri sendiri dalam kampus



Dalam lingkungan kampus saya kira saya mahasiswa yang biasa biasa saja tidak ada yang spesial saya mudah berbaur memiliki cukup banyak teman dan cukup teladan. namun saya juga merupakan orang yang agak pemalu jadi saya susah berbicara di depan umum atau banyak orang karna itu saya jadi kurang aktif ketika di kelas.comtoh kecilnya seperti ketika saya tidak mengerti dan ingin bertanya saya kadang ragu dan malu untuk bertanya dan ketika ada pertanyan yang saya bisa menjawabnya saya juga malu untuk berbicara atau menjawabnya. Saya tau hal ini harus dihilangkan jadi saya akan mencoba untuk lebih berani untuk berbicara kedepannya

BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan



Kita harus lebih mengenal diri sendiri agar dapat mengoreksi /introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik ,lebih peduli, dan lebih menghargai hal hal dan orang orang di sekitar kita.

Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan

MAKALAH
MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01





BAB I
PENDAHULUAN


1.    Latar Belakang


Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Masyarakat terbagi menjadi dua yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.

Masyarakat desa dan kota dari dahulu memiliki sesuatu daya tarik untuk diteliti lebih dalam. Banyak aspek-aspek yang menarik perhatian dan hubungan antara desa dan kota tanpa disadari sangat kuat dan penting untuk dipahami secara lebih mendalam.


2.    Maksud dan Tujuan


Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya dan saya berharap makalah ini akan bermanfaat bagi para pembaca


3.    Rumusan Masalah


  1. Pengertian dari masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan?
  2. Perbedaan pedesaan dan perkotaan?
  3. Masih banyak kah urbanisasi?
  4. Apa yang harus dilakukan agar masyarakat tetap tinggal di desa?

4.    Metode Penulisan


Metodologi penulisan yang penulis pakai dalam makalah ini adalah metodologi penulisan deskriptif.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan


  1. Masyarakat Pedesaan

    Desa atau pedesaan yang sering kita sebut dengan kampung adalah suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota,yang di huni sekelompok atau sebagian masyarakat di mana sebagian besar mata pencaharianya adalah sebagai petani sedangkan secara atmininistrastif desa adalah yang terdiri dari satu atau lebih atau dusun di gabungkan hingga menjadi suatu daerah yang berdiri sendiri atau berhak mengatur rumah tangga sendiri (otonomi). Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah.

    Berikut beberapa ciri-ciri masyarakat pedesaan :

    • Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
    • Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
    • Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
    • Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
    • Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.B.
  2. Masyarakat Perkotaan

    Masyarakat perkotaan sering disebut juga sebagai urban community, pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupan serta ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Suatu kelompok/masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat kota apabila penghunu setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

    Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

    • Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
    • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
    • Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
    • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
    • Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
    • Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

B.    Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan


Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.

Ciri ciri tersebut antara lain :

  • jumlah dan kepadatan penduduk
  • lingkungan hidup
  • mata pencaharian
  • corak kehidupan sosial
  • stratifiksi sosial
  • mobilitas sosial
  • pola interaksi sosial
  • solidaritas sosial
  • kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional

C.    Pengertian Urbanisasi


Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap dalam kurun waktu tertentu. Urbanisasi menurut ilmu kependudukan sedikit berbeda, yakni presentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan.

Sementara menurut ilmu kependudukan, perpindahan penduduk dari desa ke kota ini hanya salah satu hal yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi itu sendiri. Namun dari kedua definisi di atas kita lebih mengenal urbanisasi sebagai definisi yang pertama, yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota. Mengapa orang-orang senang melakukan urbanisasi ini tentu ada alasannya. Kita akan mempelajarinya lebih lanjut.


D.    Mengapa masih banyak urbanisasi


Urbanisasi tidak terjadi begitu saja tapi ada penyebabnya. Dalam hal ini, terdapat dua faktor penyebab urbanisasi, yaitu:

  1. Faktor Pendorong dari Desa
    • Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja yang sangat terbatas di desa.
    • Tingkat kesuburan tanah yang tidak baik atau bencana kekeringan yang merusak kesuburan tanah di desa.
    • Kehidupan yang monoton dan sulit berkembang di desa.
    • Upah kerja atau penghasilan di desa yang masih sangat rendah.
    • Fasilitas kehidupan di perdesaan tidak tersedia atau tidak memadai.
    • Adanya bencana alam di perdesaan yang merusak sumber kehidupan masyarakatnya. Misalnya kemarau panjang, wabah penyakit, banjir, dan lainnya.
  2. Faktor Penarik dari Kota
    • Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja cenderung lebih banyak dibandingkan di perdesaan.
    • Upah tenaga kerja di perkotaan jauh lebih tinggi.
    • Tersedianya berbagai fasilitas kehidupan yang sangat memadai. Misalnya; fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan lainnya.
    • Kehidupan di kota yang lebih modern menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang.

E.    Apa yang harus dilakukan agar masyarakat tingal di desa


Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir atau mengurangi penduduk yang melakukan urbanisasi dan tetap tinggal di desa adalah:

  1. Memperbanyak lapangan pekerjaan di wilayah desa.
  2. Menetapkan gaji yang memadai bagi masyarakat pedesaan dilapangan pekerjaan yang ada di wilayah pedesaan.
  3. Memperbanyak tempat untuk menuntut ilmu di wilayah pedesaan, contohnya : perguruan tinggi.
  4. Meningkatkan fasilitas untuk wilayah pedesaan.

BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan


Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan mempunyai hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya kekeluargaan, seperti gotong royong dan tolong-menolong. Masyarakat pedesaan mencari mata pencaharian dengan cara bertani di sawah atau di ladang, Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan kesenian, ilmu pengetahuan . kurangnya lapangan pekerjaan di pedesaan membuat masyarakat desa susah dalam mencari pekerjaan sehingga membuat mereka pindah kekota di karnakan lebih banyaknya lapangan kerja yang terbuka di perkotaan


Daftar Pustaka




Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

MAKALAH
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01





BAB I
PENDAHULUAN


1.    Latar Belakang


Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tak luput dengan kehidupan sosial dimana seorang manusia pasti sangat membutuhkan orang lain. Mustahil bila dikatakan ada manusia yang tinggal sendirian karena manusia adalah makhluk hidup yang selalu berkelompok dalam masyarakat. tetapi seorang manusia harus mempunyai individu yang baik agar kehidupan sosial tetap bisa berjalan dengan sempurna. Dengan adanya keluarga, manusia dapat belajar menjadi seorang individu yang baik, karena keluarga adalah salah satu tempat manusia bernaung, berkeluh kesah dan saling memberikan kasih sayang.


2.    Maksud dan Tujuan


Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya dan saya berharap makalah ini akan bermanfaat bagi para pembaca


3.    Rumusan Masalah


  1. Apa itu penduduk ,masyarakat dan kebudayaan ?
  2. Masih diterapkan kah kebudayaan Indonesia pada jaman sekarang ?
  3. Apa contohnya?
  4. Apa yang harus kita lakukan?

4.    Metode Penulisan


Metodologi penulisan yang penulis pakai dalam makalah ini adalah metodologi penulisan deskriptif.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan.

Berikut adalah beberapa definisi dan penjelasan lanjut tentang penduduk, masyakarakat dan kebudayaan


B.    DEFINISI PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN


  • Penduduk

    Penduduk merupakan orang yang secara hukum berhak tinggal disuatu daerah atau wilayah tersebut, dan mempunyai bukti kewarganegaraan yang sah. Pengertian penduduk dalam sosilogi adalah penduduk merupakan kumpulan manusia yang menepati wilayah geografi dan ruang tertentu.

    Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.

  • Masyarakat

    Masyarakat adalah suatu kehiduoan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok

  • Kebudayaan

    Budaya adalah warisan yang digenerasikan ke generasi berikutnya tentang suatu cara hidup yang berkemband dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok. Terbentuknya budaya dari banyak unsur yang rumit, seperti sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa dan macam hal lainnya. Budaya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Budaya sifatnya kompleks, abstrak, dan luas.

    Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.


C.    Masih diterapkan kah kebudayaan Indonesia pada jaman sekarang


Masih. Namun penerapanya sudah mulai menurun dikarnakan banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia sehingga menggeser budaya kita sendiri misalkan dalam segi :

  • Cara berkomunikasi
  • Cara berpakaian
  • Gaya hidup

D.    Contoh budaya Indonesia yang masih di terapkan pada jaman sekarang


  • Dalam Segi Tari
    1. Tari Kecak
    2. Tari Saman
    3. Tari Jaipong
  • Dalam Segi Makanan
    1. Kerak telor
    2. Dodol
    3. Gudeg
  • Dalam Segi Pakaian
    1. Batik
    2. Kebaya

E.    Apa yang harus kita lakukan untuk melestarikan budaya kita


Menurut saya, seiring dengan perkembangan zaman, para generasi bangsa sudah mulai melupakan serta meninggalkan kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang sangat kaya ini. Globalisasi juga berpengaruh kuat dalam menurunnya tingkat kepedulian masyarakat dalam menjaga atau melestarikan budaya Indonesia.

Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia terdapat empat poin penting :

  1. Kenali budaya
    • Mencari tahu tentang budaya Indonesia
    • Mengikuti kegiatan atau komunitas tentang budaya, seperti tari tradisional, olahraga tradisional, dan lain-lain.
  2. Ajarkan budaya kepada orang lain
    • Mengajar di sekitar lingkungan dengan mengenalkan betapa indah dan kaya nya budaya Indonesia
  3. Memperkenalkan budaya ke luar negeri
    • Memposting kegiatan seni lokal di media sosial
    • Menggunakan produk lokal
    • Mengekspor barang hasil kesenian budaya local
  4. Tidak terpengaruh dengan budaya asing
    • Jadikan budaya sebagai identitas anda
    • Memilih serta memilah kebudayaan asing yang berdampak positif terhadap kebudayaan lokal

BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan


Menurut saya kesimpulan yang dapat kita ambil adalah Kita harus lebih mencintai budaya kita sendiri, Ikut aktif berperan dalam melestarikan budaya kita jangan hanya meniru budaya-budaya luar tanpa menyaringnya. Dan budayakan lah budaya kita dalam ke hidupan keseharian kita dalam lingkungan rumah,sekolah dan dengan teman-teman agar menjadi terbiasa dengan budaya yang kita miliki.


Daftar Pustaka