Pages

Tuesday, October 8, 2019

WAWASAN KEBANGSAAN DAN TEORI TENTANG BANGSA

MAKALAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
"WAWASAN KEBANGSAAN DAN TEORI TENTANG BANGSA"




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
2ID05



Thursday, June 27, 2019

PERANAN AGAMA DALAM MASYARAKAT


MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR

“PERANAN AGAMA DALAM MASYARAKAT”



Disusun Oleh :
Danon Anung Triutomo (31418659)



KELAS 1ID01


Tuesday, June 25, 2019

PENYEBAB KONFLIK AGAMA DAN SOLUSINYA


MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR

“PENYEBAB KONFLIK AGAMA DAN SOLUSINYA”



Disusun Oleh :
Danon Anung Triutomo (31418659)


Sunday, May 12, 2019

Ilmu pengetahuan,teknologi dan kemiskinan

MAKALAH

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN



DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01


Pertentanga sosial dan integrasi masyarakat

MAKALAH
PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT



DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01

Masyarakat kota atau desa

MAKALAH
MASYARAKAT KOTA ATAU DESA



DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01



Dalam blog ini saya akan membahas mengenai kehidupan di desa dan kota. Saya sendiri lebih memilih untuk tinggal di daerah perkotaan karena di zaman sekarang ini kehidupan di kota lebih maju daripada di desa, walaupun memang ada beberapa hal buruk atau negatif didaerah perkotaan misalnya saja seperti macet ,udara yang kotor , banyak tindak kejahatan yang terjadi, lahan tempat tinggal yang semakin sempit,dll.

Namun saya tetap memilih untuk tinggal di daerah perkotaan karena fasilitasnya yang lebih lengkap, di perkotaan banyaknya transportasi memudahkan saya saat ingin berpergian, banyak fasilitas yang disediakan dan semua sudah sangat baik dan mencukupi seperti rumah sakit yang berkualitas yang memiliki peralatan yang lengkap, fasilitas sekolah yang sangat baik, jaringan neting yang baik dan msih banyak hal baik di daerah perkotaan. Kehidupan di desa tidak begitu buruk udara bersih nan segar dengan  pemandangannya yang asri,biaya hidup yang tidak begitu tinggi dan persaingan kerja yang minim mungkin membuat beberapa orang ingin tinggal di desa.

Namun saya tetap memilih untuk tinggal di kota memang tinggal di perkotaan lebih sulit dikarenakan biaya hidup yang tinggi serta saingan kerja yang banyak, namun ini dapat membuat saya menjadi seseorang yang lebih semangat untuk menuntut ilmu kemudian mencari pekerjaan yang layak

Pelapisan sosial dan kesamaan derajat

MAKALAH
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01



BAB 1
Pendahuluan

Latar Belakang

Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang menempatkan seseorang pada kelas-kelas sosial sosial yang berbeda-beda secara hierarki dan memberikan hak serta kewajiban yang berbeda-beda pula antara individu pada suatu lapisan sosial lainnya.
Dalam hal ini,Pelapisan sosial terbentuk dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat. Pada dasarnya stratifikasi sosial terbagi atas persamaan derajat yang dimiliki oleh suatu kelompok hingga membentuk lapisan sosial di masyarakat.
Pelapisan sosial sendiri memiliki sifat positif di masyarakat, contohnya adalah pelapisan sosial yang sengaja dibentuk untuk tujuan bersama. Stratifikasi yang sengaja disusun untuk mencapai tujuan tertentu biasanya berkaitan dengan wewenang dan pembagian kekuasaan resmi dalam organisasi formal atau politik.

Tujuan

Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya

Rumusan masalah

1.     Apa pengertian dari pelapisan sosial ?
2.     Bagaimana proses terbentuknya pelapisan sosial ?
3.     Apa yang mendasari pelapisan sosial ?
4.     Apa pengertian kesamaan derajat ?
5.     Sudahkah msayarakat memiliki kesamaan derajat ?
6.     Apakah sudah berjalan dengan baik  ?








BAB 2
Pembahasan
A.    Pengertian Pelapisan Sosial

Pengertian pelapisan sosial menurut Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial.

P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

B.    proses terbentuknya pelapisan sosial

Pelapisan sosial terjadi dengan dua cara, yaitu :
·       Terjadi dengan sendirinya
Pada cara ini, pelapisan sosial terjadi secara alamiah atau tanpa kesengajaan. Hal ini akan membentuk pelapisan sosial yang bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan. Kedudukan seseorang pada pelapisan sosial ini juga terjadi secara otomatis.
·       Terjadi dengan sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

C.    Dasar pelapisa sosial

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut:

1)     Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak maka ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, ketika tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

2)     Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

3)     Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

D.    Pengertian kesamaan derajat

Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungkan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.

E.     Sudahkah msayarakat memiliki kesamaan derajat di depan/sisi hukum

Perlakuan yang sama di depan hukum diatur dalam UUD 1945 pasal 28 D ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan  perlindungan, dan kepstian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum”  (UUD 1945 Pasal 28 D ayat 1)
Maskud dari ayat diatas adalah setiap warga negara berhak mendapat pengakuan dan perlindungan dari negara. Serta setiap warga negara berhak untuk mendapat perlakuan dihadapan hukum yang adil dan sama untuk semua warga negara tanpa ada perbedaan sedikitpun.



F.     Apakah sudah berjalan dengan baik

Pendapat saya tentang kesamaan derajat dan pelapisan social di Indonesia belum sesuai dengan yang ada pada UUD 1945, di Indonesia masyarakat dari kalangan yang berada/elite mendapatkan kehormatan serta toleransi hokum lebih dibandingkan dengan masyarakat yang berkedudukan rendah.


BAB 3
Penutup
Kesimpulan

Pelapisan social adalah perbedaan dalam masyarakat yang masuk ke dalam susunan bertinkat atau seperti kasta.

Faktor-faktor yang membentuk Pelapisan Sosial (Stratifikasi Sosial) adalah Kekayaan, Kekuasaan atau Kewenangan, Kehormatan, dan Ilmu Pengetahuan.

Sifat stratifikasi social tertutup yaitu membatasi perpindahan lapisan social seseorang. Sedangkan stratifikasi social tertutup memungkinkan seseorang berpindah lapisan sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Kesamaan derajat adalah kesamaan diri sendiri kepada orang lain dan masyarakat, yang dinyatakan sebagai Hak Aasi Manusia.

Elite adalah golongan teratas atau menempati puncak struktur social yang terpenting dan mepunyai keunggulan dalam pencapaian di bidang mereka.




Sumber


Wednesday, April 10, 2019

Sifat - sifat Yang Harus Dihilangkan di Generasi Mendatang

MAKALAH
SIFAT -SIFAT YANG HARUS DIHILANGKAN DI GENERASI MENDATANG




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01





Sejak munculnya Teori Generasi (Generation Theory), kita diperkenalkan istilah generasi X, Y, dan Z. Segala sesuatu terutama yang berhubungan dengan pekerjaan sering dikaitkan dengan ciri-ciri dari generasi-generasi tersebut.

  • Generasi X lahir pada tahun 1960-1980 merupakan generasi yang Memiliki karakter mandiri dan loyal (setia), Tipe pekerja keras, Sangat mengutamakan citra, ketenaran dan uang serta belum mengenal teknologi yang maju
  • Generasi Y lahir pada tahun 1981-1994 Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instan messaging dan media sosial.
  • Generasi Z lahir pada tahun 1995-2010 Generasi Z disebut juga generasi net atau generasi internet. Dimana semua sudah menggunakan internet dalam mengaksesnya. Generasi Z juga sudah bisa mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu atau mudah untuk mengerjakan suatu hal menggunakan handphone, laptop, komputer dan sebagainya.

Generasi X, Y, dan Z masing-masing mempunyai sifat positif dan negatif. Dengan memahami perbedaan mereka kita bisa memperbaiki beberapa hal agar generasi selanjutnya dapat berubah jadi lebih baik. semua masyarakat pasti ingin generasi yang akan datang lebih baik nantinya untuk Negara.

Berikut beberapa sifat yang harus dihilangkan di generasi selanjutnya :

  1. Rasisme
    Pengertian rasisme adalah pandangan terhadap ideologi atau paham yang dianut oleh masyarakat yang menolak atau tidak suka pada suatu golongan masyarakat tertentu yang biasanya berdasarkan rasnya, derajat, dan lain sebagainya.
  2. Korupsi
    Korupsi adalah perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan lain sebagainya untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yang mengakibatkan kerugian keuangan pada negara
  3. Kolusi
    Kolusi adalah bentuk kerjasama antara pejabat pemerintah dengan oknum lain secara ilegal pula (melanggar hukum) untuk mendapatkan keuntungan material bagi mereka.
  4. Nepotisme
    Nepotisme adalah pemanfaatan jabatan untuk memberi pekerjaan, kesempatan, atau penghasilan, bagi keluarga atau kerabat dekat pejabat, sehingga menutup kesempatan bagi orang lain.

Untuk menghilangkan sifat sifat negatif ini kita harus mulai dari kesadaran diri dan harus berpikiran maju kedepan akan dampak dari perbuatan kita yang akan sangat merugikan diri sendiri bangsa dan negara


Sumber




Tokoh yang Berpengaruh Bagi Negaranya

MAKALAH
TOKOH YANG BERPENGARUH BAGI NEGARANYA




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01






Terdapat banyak tokoh-tokoh di dunia ini yang berpengaruh besar di dalam negaranya, kali ini saya akan mengambil salah satu tokoh yang berpengaruh dalam Perlawanan terhadap sistem pemisahan ras atau Apartheid yang diterapkan pemerintah Afrika Selatan tokoh tersebut bernama Nelson Mandela

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh pejuang anti apartheid dari Afrika Selatan ini. Presiden Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam, Seorang pribadi yang kharismatik dan penuh wibawa yang masih saja anggun dan bijaksana. Seorang aktifis yang harus memperjuangkan persamaan hak antara warga kulit hitam dan kulit putih. Karena waktu itu sungguh sangat buruk kesenjangan sosial kemasyarakatan, dan pendidikan antara kedua belah pihak. Segala sesuatunya hanya boleh dikuasai oleh warga kulit putih, bahkan sampai warga kulit hitam tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan, padahal kita tahu di Afrika Selatan mayoritas penduduknya berkulit hitam. Karena hal itulah yang membuat hati kecil Nelson Mandela berontak dan harus bertekad melawan ketidak adilan tersebut. Walaupun harus mengalami penderitaan yang tidak sebentar.

Tekad Nelson Mandela untuk memperjuangkan anti Apartheid itu diawali dengan aktif di Partai Kongres Nasional Afrika (ANC), yang kemudian dianggap sebagai perbuatan makar terhadap pemerintahan rezim kulit putih. Sehingga pemerintah menjebloskan Mandela ke penjara di kepulauan Robben, Afrrika Selatan. Disanalah Nelson Mandela mengalami penderitaan, dan siksaan yang tidak terkira, selama kurang lebih selama 27 tahun. Sebuah penderitaan yang tidak sebentar. Karena memang rezim waktu itu menghendaki agar rakyat Afrika selatan melupakan Nelson Mandela.

Didalam penjara Nelson Mandela mengalami penderitaan yang sangat buruk, mungkin paling buruk yang bisa dibayangkan orang. Disana dia ditempatkan di dalam sel tanpa dipan, kerja paksa di siang hari, diisolasi jika melawan, kelaparan sepanjang waktu karena ransum yang selalu minim, siksaan dan teror mental, serta rasa sepi yang berkepanjangan. Pada tahun pertama di penjara, ibunya meninggal dunia. Beberapa bulan kemudian anak tertuanya juga tewas dalam sebuah keclakaan. Namun disaat pemakaman kedua orang terkasihnya, Mandela tidak diijinkan menghadirinya. Lalu putri bungsunya lahir, tapi Mandela baru diperkenankan melihatnya pada saat anak itu menginjak usia 17 tahun.

Mandela bahkan diisolasi dari dunia luar. Dalam setahun dia hanya diperkenankan menerima satu kunjungan, itu pun di batasi hanya selama 30 menit. Per enam bulan Mandela hanya diperbolahkan menerima dan mengirim satu surat saja. Fotonya dilarang disebarkan. Tujuanya jelas, agar rakyat kulit Hitam Afrika Selatan melupakan sosok Nelson Mandela.

Sungguh teramat berat dan luar biasa penderitaan yang dialami oleh Nelson Mandela, tak pernah terbayangkan oleh kita seperti apa rasanya. Tidak mati dan membusuk dalam penjara sudah untung. Namun apa yang terjadi dengan Nelson Mandela di dalam penjara itu? Nelson Mandela bukanya semakin melemah dan menyerah dalam perjuanganya. Justru dia berubah menjadi semakin kuat mental dan kepribadianya. Bahkan dia berubah menjadi pribadi yang baru.

Di dalam penjara Mandela merubah dirinya dari seorang pejuang radikal yang tak sabaran dan yang suka nekat mengambil resiko menjadi pribadi yang bijak dan matang. Ia mengambil jalur transendental yang tidak lagi melihat, merasakan, dan menghayati penjara sebagaimana mestinya, namun lebih memilih menggunakan segenap hatinya, semua indra ruhaninya, untuk melakoni pengalaman penjaranya dengan penuh total, dan kesyukuran. Sel penjara yang pada umumnya menjadi sebuah ruang kematian, diubah olehnya menjadi sebuah ruang kelahiran barunya.

Tanpa ngotot dengan solusi hukum Mandela mengambil tanggungjawab total atas kondisinya dengan tidak pernah mau terpancing untuk bertindak di bawah martabat dan harga dirinya sebagai manusia. Ia menolak untuk mengeluh, tidak pernah bersikap cengeng. Anti baginya dengan bersungut-sungut. Bahkan tak pernah ia mengemis belas kasihan dari para sipir penjara untuk mendapat perlakuan lebih baik. Sering di dalam penjara Nelson Mandela menghadapi perlakuan yang tidak manusiawi dari para sipir penjara, ia meneguhkan hatinya dengan lebih menggunakan hatinya, dengan lebih menggunakan segala kecerdasan, keramahan, serta rasa humornya. Ia lebih memilih perlawanan moral tanpa kekerasan, seperti halnya Mahatma Ghandi . Karena hal itulah yang dapat menjadikan sipir penjara yang kejam dapat tunduk pada kewibawaanya. Karena sikap dan tindakan inilah yang menjadikan aura kepribadianya bersinar terang dan memancarkan kewibawaan moral yang sangat kuat, yang cahayanya tidak sekedar menembus dinding-dinding penjara di kepulauan Robben, namun bahkan lebih jauh melampaui Afrika Selatan.

Meskipun Nelson Mandela kenyang dengan siksaan dan ketidakadilan, ia lebih menetralkan tuntutan rasa keadilanya sehingga ia dapat mengampuni kaum kulit putih sebelum seruan minta maaf datang. Karena disana Ia lebih sering masuk kedalam ruang hatinya yang paling dasar dan bertemu dengan Khaliknya. Sehingga ia dapat merasa lebih damai dan tenteram, yang memberikan keyakinan bahwa suatu saat akan bebas. Dengan sikap dan mental seperti itulah yang menjadikan Nelson Mandela menjadi seorang pemimpin sejati yang kharismatik. Setelah dipenjara selama 27 tahun akhirnya dia dapat menghirupudara bebas dan dapat memimpin kaumnya untuk berdamai dengan penindas kaum kulit putih. Bahkan Mandela memilih bekerja sama dengan rezim Presiden de Klerk untuk meruntuhkan dan membongkar sistem appartheid itu sendiri. Pada tahun 1992 Nelson Mandela terpilih sebagai Presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan secara demokratis. Dunia pun menjadi tercengang. Dan pada tahun 1994 Presiden Mandela bersama de Klerk dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian dari PBB

Demikianlah kisah perjuangan Nelson Mandela, yang menjadi salah satu legenda hidup terbesar. Sebuah perjuangan yang tidak sebentar,penuh dengan air mata dan pengorbanan yang berat. Marilah kita belajar dari kisah Nelson Mandela. Seberat apapun penderitaan yang sedang kita alami, jadikanlah itu sebagai rahmat TUHAN. Sebagai sebuah proses pematangan diri yang dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi. Karena disitulah salah satu bentuk kasih sayang TUHAN.


Sumber




Wednesday, March 27, 2019

Deskripsi Diri

MAKALAH
DESKRIPSI DIRI




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01





BAB I
PENDAHULUAN


1.    Latar Belakang



Dalam kehidupan sehari-hari pastinya kita mengikuti kebudayaan apa yang diajarkan oleh orang. Baik keluarga, teman, sahabat dan sebagainya. Di negara kita sendiri pasti diajarkan norma-norma yang berlaku untuk kehidupan sehari-hari karena norma ini sangat berarti untuk masyarakat agar masyarakat hidup dengan tentram dan mendapatkan nilai sopan santun. Kita juga harus mengenali orang lain tidak hanya sehari. Tetapi, harus berhari-hari. Karena kita sebagai manusia harus mengetahui sifat seseorang apakah dia baik atau tidak baik. Banyak orang lain yang sangat mengenali diri orang lain. Namun. Mereka terkadang tidak mengenal diri sendirinya.

2.    Maksud dan Tujuan



Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya

3.    Rumusan Masalah



  1. Deskripsi menurut diri sendiri
  2. Derkripsi diri sendiri dalam keluarga
  3. Deskripsi diri sendiri dalam Tempat tinggal
  4. Deskripsi diri sendiri dalam kampus

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Deskripsi menurut diri sendiri



Nama saya Danon Anung Triutomo disini saya akan mendeskripsikan diri saya menurut pandangan saya menurut saya saya adalah orang yang cukup mandiri,mungkin karna sejak lama saya terpisah dari kedua orang tua saya dan hidup berdua dengan kakak saya membuat saya menjadi orang yang cukup mandiri dan juga saya merupakan orang yang mudah membaur dan bisa di bilang cukup mudah untuk mendapatkan teman.

B.    Deskripsi diri sendiri dalam keluarga



Dalam lingkungan keluarga bisa di bilang saya merupakan pribadi yang lucu, pengertian dan bertanggung jawab. Tanggung jawab yang saya maksud itu seperti dalam urusan membersihkan rumah, mencuci pakian kotor dll

C.    Deskripsi diri sendiri dalam Tempat tinggal



Dalam lingkungan tempat tinggal saya di bilang cukup akrab dengan semua tetangga saya dan mengenal cukup baik tetangga tetangga saya. Dan saya aktif dalam melakukan kewajiban di lingkungan tempat saya tinggal salah satu contohnya yaitu (RONDA) karna saya merupakan salah satu orang yang nocturnal saya dengan senang melakukan hal ini karna saya dapat lebih akrab dengan orang-orang di sekitar saya dan mereka juga lebih mengenal saya, Dan banyak orang kompleks sepantaran dengan saya jadi lebih mudah bergaul

D.    Deskripsi diri sendiri dalam kampus



Dalam lingkungan kampus saya kira saya mahasiswa yang biasa biasa saja tidak ada yang spesial saya mudah berbaur memiliki cukup banyak teman dan cukup teladan. namun saya juga merupakan orang yang agak pemalu jadi saya susah berbicara di depan umum atau banyak orang karna itu saya jadi kurang aktif ketika di kelas.comtoh kecilnya seperti ketika saya tidak mengerti dan ingin bertanya saya kadang ragu dan malu untuk bertanya dan ketika ada pertanyan yang saya bisa menjawabnya saya juga malu untuk berbicara atau menjawabnya. Saya tau hal ini harus dihilangkan jadi saya akan mencoba untuk lebih berani untuk berbicara kedepannya

BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan



Kita harus lebih mengenal diri sendiri agar dapat mengoreksi /introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik ,lebih peduli, dan lebih menghargai hal hal dan orang orang di sekitar kita.

Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan

MAKALAH
MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01





BAB I
PENDAHULUAN


1.    Latar Belakang


Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Masyarakat terbagi menjadi dua yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.

Masyarakat desa dan kota dari dahulu memiliki sesuatu daya tarik untuk diteliti lebih dalam. Banyak aspek-aspek yang menarik perhatian dan hubungan antara desa dan kota tanpa disadari sangat kuat dan penting untuk dipahami secara lebih mendalam.


2.    Maksud dan Tujuan


Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya dan saya berharap makalah ini akan bermanfaat bagi para pembaca


3.    Rumusan Masalah


  1. Pengertian dari masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan?
  2. Perbedaan pedesaan dan perkotaan?
  3. Masih banyak kah urbanisasi?
  4. Apa yang harus dilakukan agar masyarakat tetap tinggal di desa?

4.    Metode Penulisan


Metodologi penulisan yang penulis pakai dalam makalah ini adalah metodologi penulisan deskriptif.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan


  1. Masyarakat Pedesaan

    Desa atau pedesaan yang sering kita sebut dengan kampung adalah suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota,yang di huni sekelompok atau sebagian masyarakat di mana sebagian besar mata pencaharianya adalah sebagai petani sedangkan secara atmininistrastif desa adalah yang terdiri dari satu atau lebih atau dusun di gabungkan hingga menjadi suatu daerah yang berdiri sendiri atau berhak mengatur rumah tangga sendiri (otonomi). Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah.

    Berikut beberapa ciri-ciri masyarakat pedesaan :

    • Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
    • Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
    • Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
    • Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
    • Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.B.
  2. Masyarakat Perkotaan

    Masyarakat perkotaan sering disebut juga sebagai urban community, pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupan serta ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Suatu kelompok/masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat kota apabila penghunu setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

    Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

    • Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
    • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
    • Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
    • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
    • Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
    • Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

B.    Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan


Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.

Ciri ciri tersebut antara lain :

  • jumlah dan kepadatan penduduk
  • lingkungan hidup
  • mata pencaharian
  • corak kehidupan sosial
  • stratifiksi sosial
  • mobilitas sosial
  • pola interaksi sosial
  • solidaritas sosial
  • kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional

C.    Pengertian Urbanisasi


Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap dalam kurun waktu tertentu. Urbanisasi menurut ilmu kependudukan sedikit berbeda, yakni presentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan.

Sementara menurut ilmu kependudukan, perpindahan penduduk dari desa ke kota ini hanya salah satu hal yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi itu sendiri. Namun dari kedua definisi di atas kita lebih mengenal urbanisasi sebagai definisi yang pertama, yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota. Mengapa orang-orang senang melakukan urbanisasi ini tentu ada alasannya. Kita akan mempelajarinya lebih lanjut.


D.    Mengapa masih banyak urbanisasi


Urbanisasi tidak terjadi begitu saja tapi ada penyebabnya. Dalam hal ini, terdapat dua faktor penyebab urbanisasi, yaitu:

  1. Faktor Pendorong dari Desa
    • Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja yang sangat terbatas di desa.
    • Tingkat kesuburan tanah yang tidak baik atau bencana kekeringan yang merusak kesuburan tanah di desa.
    • Kehidupan yang monoton dan sulit berkembang di desa.
    • Upah kerja atau penghasilan di desa yang masih sangat rendah.
    • Fasilitas kehidupan di perdesaan tidak tersedia atau tidak memadai.
    • Adanya bencana alam di perdesaan yang merusak sumber kehidupan masyarakatnya. Misalnya kemarau panjang, wabah penyakit, banjir, dan lainnya.
  2. Faktor Penarik dari Kota
    • Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja cenderung lebih banyak dibandingkan di perdesaan.
    • Upah tenaga kerja di perkotaan jauh lebih tinggi.
    • Tersedianya berbagai fasilitas kehidupan yang sangat memadai. Misalnya; fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan lainnya.
    • Kehidupan di kota yang lebih modern menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang.

E.    Apa yang harus dilakukan agar masyarakat tingal di desa


Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir atau mengurangi penduduk yang melakukan urbanisasi dan tetap tinggal di desa adalah:

  1. Memperbanyak lapangan pekerjaan di wilayah desa.
  2. Menetapkan gaji yang memadai bagi masyarakat pedesaan dilapangan pekerjaan yang ada di wilayah pedesaan.
  3. Memperbanyak tempat untuk menuntut ilmu di wilayah pedesaan, contohnya : perguruan tinggi.
  4. Meningkatkan fasilitas untuk wilayah pedesaan.

BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan


Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan mempunyai hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya kekeluargaan, seperti gotong royong dan tolong-menolong. Masyarakat pedesaan mencari mata pencaharian dengan cara bertani di sawah atau di ladang, Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan kesenian, ilmu pengetahuan . kurangnya lapangan pekerjaan di pedesaan membuat masyarakat desa susah dalam mencari pekerjaan sehingga membuat mereka pindah kekota di karnakan lebih banyaknya lapangan kerja yang terbuka di perkotaan


Daftar Pustaka




Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

MAKALAH
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01





BAB I
PENDAHULUAN


1.    Latar Belakang


Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tak luput dengan kehidupan sosial dimana seorang manusia pasti sangat membutuhkan orang lain. Mustahil bila dikatakan ada manusia yang tinggal sendirian karena manusia adalah makhluk hidup yang selalu berkelompok dalam masyarakat. tetapi seorang manusia harus mempunyai individu yang baik agar kehidupan sosial tetap bisa berjalan dengan sempurna. Dengan adanya keluarga, manusia dapat belajar menjadi seorang individu yang baik, karena keluarga adalah salah satu tempat manusia bernaung, berkeluh kesah dan saling memberikan kasih sayang.


2.    Maksud dan Tujuan


Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya dan saya berharap makalah ini akan bermanfaat bagi para pembaca


3.    Rumusan Masalah


  1. Apa itu penduduk ,masyarakat dan kebudayaan ?
  2. Masih diterapkan kah kebudayaan Indonesia pada jaman sekarang ?
  3. Apa contohnya?
  4. Apa yang harus kita lakukan?

4.    Metode Penulisan


Metodologi penulisan yang penulis pakai dalam makalah ini adalah metodologi penulisan deskriptif.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan.

Berikut adalah beberapa definisi dan penjelasan lanjut tentang penduduk, masyakarakat dan kebudayaan


B.    DEFINISI PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN


  • Penduduk

    Penduduk merupakan orang yang secara hukum berhak tinggal disuatu daerah atau wilayah tersebut, dan mempunyai bukti kewarganegaraan yang sah. Pengertian penduduk dalam sosilogi adalah penduduk merupakan kumpulan manusia yang menepati wilayah geografi dan ruang tertentu.

    Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.

  • Masyarakat

    Masyarakat adalah suatu kehiduoan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok

  • Kebudayaan

    Budaya adalah warisan yang digenerasikan ke generasi berikutnya tentang suatu cara hidup yang berkemband dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok. Terbentuknya budaya dari banyak unsur yang rumit, seperti sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa dan macam hal lainnya. Budaya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Budaya sifatnya kompleks, abstrak, dan luas.

    Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.


C.    Masih diterapkan kah kebudayaan Indonesia pada jaman sekarang


Masih. Namun penerapanya sudah mulai menurun dikarnakan banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia sehingga menggeser budaya kita sendiri misalkan dalam segi :

  • Cara berkomunikasi
  • Cara berpakaian
  • Gaya hidup

D.    Contoh budaya Indonesia yang masih di terapkan pada jaman sekarang


  • Dalam Segi Tari
    1. Tari Kecak
    2. Tari Saman
    3. Tari Jaipong
  • Dalam Segi Makanan
    1. Kerak telor
    2. Dodol
    3. Gudeg
  • Dalam Segi Pakaian
    1. Batik
    2. Kebaya

E.    Apa yang harus kita lakukan untuk melestarikan budaya kita


Menurut saya, seiring dengan perkembangan zaman, para generasi bangsa sudah mulai melupakan serta meninggalkan kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang sangat kaya ini. Globalisasi juga berpengaruh kuat dalam menurunnya tingkat kepedulian masyarakat dalam menjaga atau melestarikan budaya Indonesia.

Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia terdapat empat poin penting :

  1. Kenali budaya
    • Mencari tahu tentang budaya Indonesia
    • Mengikuti kegiatan atau komunitas tentang budaya, seperti tari tradisional, olahraga tradisional, dan lain-lain.
  2. Ajarkan budaya kepada orang lain
    • Mengajar di sekitar lingkungan dengan mengenalkan betapa indah dan kaya nya budaya Indonesia
  3. Memperkenalkan budaya ke luar negeri
    • Memposting kegiatan seni lokal di media sosial
    • Menggunakan produk lokal
    • Mengekspor barang hasil kesenian budaya local
  4. Tidak terpengaruh dengan budaya asing
    • Jadikan budaya sebagai identitas anda
    • Memilih serta memilah kebudayaan asing yang berdampak positif terhadap kebudayaan lokal

BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan


Menurut saya kesimpulan yang dapat kita ambil adalah Kita harus lebih mencintai budaya kita sendiri, Ikut aktif berperan dalam melestarikan budaya kita jangan hanya meniru budaya-budaya luar tanpa menyaringnya. Dan budayakan lah budaya kita dalam ke hidupan keseharian kita dalam lingkungan rumah,sekolah dan dengan teman-teman agar menjadi terbiasa dengan budaya yang kita miliki.


Daftar Pustaka