MAKALAH
PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT
PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT
DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01
Pertentangan sosial dapat
diartikan sebagai suatu konflik yang terjadi pada masyarakat sehingga
kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama,
kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas. Perbedaan
kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan
kepentingan.
Konflik (pertentangan)
mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa
dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau
perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan
ciri-ciri dari situasi konflik yaitu :
1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau
baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan
yang tajam dalam kebutuhan- kebutuhan,
tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun
gagasan-gagasan
3. Terdapatnya interaksi di antara
bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.
Integrasi Sosial adalah
proses penyesuaian di antara unsur – unsur yang saling berbeda dalam kehidupan
masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki
keserasian fungsi.
Bentuk integrasi sosial
sendiri dibagi menjadi dua yaitu :
1.
pertama asimilasi (pembauran kebudayaan
yang disertai ciri budaya asli)
2.
akulturasi (Penerimaan kebudayaan asing
tanpa menghilangkan kebudayaan asli).
Faktor-faktor terjadinya
integrasi social antara lain :
·
Kesadaran diri sebagai makhluk social
·
Tuntutan perkembangan zaman
·
Sikap toleransi
·
Persamaan visi,misi dan tujuan
·
Persamaan kebudayaan
Ekosentrisme adalah
merupakan lanjutan dari biosentrisme yang merupakan teori bahwa makhluk hidup
mempunyai nilai dan berharga pada dirinya sendiri. Sebagai lanjutan,
ekosentrisme sering disamakan dengan biosentrisme baik dari sudut pandang
maupun dari pengertiannya sendiri, karena adanya banyak kesamaan di antara
Biosentrisme Dan Ekosentrisme. Kedua teori Biosentrisme Dan Ekosentrisme sangat
bertolak belakang dengan cara pandang teori antroposentrisme yang merupkan
teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam
semesta.
Sumber:

No comments:
Post a Comment