Pages

Sunday, May 12, 2019

Pertentanga sosial dan integrasi masyarakat

MAKALAH
PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT



DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01

Pertentangan sosial dapat diartikan sebagai suatu konflik yang terjadi pada masyarakat sehingga kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas. Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan.

Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik yaitu  :

1.    Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
2.   Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-  kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
3.    Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Integrasi Sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur – unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Bentuk integrasi sosial sendiri dibagi menjadi dua yaitu :

1.     pertama asimilasi (pembauran kebudayaan yang disertai ciri budaya asli)
2.     akulturasi (Penerimaan kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli).

Faktor-faktor terjadinya integrasi social antara lain :

·       Kesadaran diri sebagai makhluk social
·       Tuntutan perkembangan zaman
·       Sikap toleransi
·       Persamaan visi,misi dan tujuan
·       Persamaan kebudayaan

Ekosentrisme adalah merupakan lanjutan dari biosentrisme yang merupakan teori bahwa makhluk hidup mempunyai nilai dan berharga pada dirinya sendiri. Sebagai lanjutan, ekosentrisme sering disamakan dengan biosentrisme baik dari sudut pandang maupun dari pengertiannya sendiri, karena adanya banyak kesamaan di antara Biosentrisme Dan Ekosentrisme. Kedua teori Biosentrisme Dan Ekosentrisme sangat bertolak belakang dengan cara pandang teori antroposentrisme yang merupkan teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta.

Sumber:

No comments:

Post a Comment