Pages

Sunday, May 12, 2019

Ilmu pengetahuan,teknologi dan kemiskinan

MAKALAH

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN



DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01


Pertentanga sosial dan integrasi masyarakat

MAKALAH
PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT



DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01

Masyarakat kota atau desa

MAKALAH
MASYARAKAT KOTA ATAU DESA



DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01



Dalam blog ini saya akan membahas mengenai kehidupan di desa dan kota. Saya sendiri lebih memilih untuk tinggal di daerah perkotaan karena di zaman sekarang ini kehidupan di kota lebih maju daripada di desa, walaupun memang ada beberapa hal buruk atau negatif didaerah perkotaan misalnya saja seperti macet ,udara yang kotor , banyak tindak kejahatan yang terjadi, lahan tempat tinggal yang semakin sempit,dll.

Namun saya tetap memilih untuk tinggal di daerah perkotaan karena fasilitasnya yang lebih lengkap, di perkotaan banyaknya transportasi memudahkan saya saat ingin berpergian, banyak fasilitas yang disediakan dan semua sudah sangat baik dan mencukupi seperti rumah sakit yang berkualitas yang memiliki peralatan yang lengkap, fasilitas sekolah yang sangat baik, jaringan neting yang baik dan msih banyak hal baik di daerah perkotaan. Kehidupan di desa tidak begitu buruk udara bersih nan segar dengan  pemandangannya yang asri,biaya hidup yang tidak begitu tinggi dan persaingan kerja yang minim mungkin membuat beberapa orang ingin tinggal di desa.

Namun saya tetap memilih untuk tinggal di kota memang tinggal di perkotaan lebih sulit dikarenakan biaya hidup yang tinggi serta saingan kerja yang banyak, namun ini dapat membuat saya menjadi seseorang yang lebih semangat untuk menuntut ilmu kemudian mencari pekerjaan yang layak

Pelapisan sosial dan kesamaan derajat

MAKALAH
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT




DISUSUN OLEH :
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01



BAB 1
Pendahuluan

Latar Belakang

Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang menempatkan seseorang pada kelas-kelas sosial sosial yang berbeda-beda secara hierarki dan memberikan hak serta kewajiban yang berbeda-beda pula antara individu pada suatu lapisan sosial lainnya.
Dalam hal ini,Pelapisan sosial terbentuk dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat. Pada dasarnya stratifikasi sosial terbagi atas persamaan derajat yang dimiliki oleh suatu kelompok hingga membentuk lapisan sosial di masyarakat.
Pelapisan sosial sendiri memiliki sifat positif di masyarakat, contohnya adalah pelapisan sosial yang sengaja dibentuk untuk tujuan bersama. Stratifikasi yang sengaja disusun untuk mencapai tujuan tertentu biasanya berkaitan dengan wewenang dan pembagian kekuasaan resmi dalam organisasi formal atau politik.

Tujuan

Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya

Rumusan masalah

1.     Apa pengertian dari pelapisan sosial ?
2.     Bagaimana proses terbentuknya pelapisan sosial ?
3.     Apa yang mendasari pelapisan sosial ?
4.     Apa pengertian kesamaan derajat ?
5.     Sudahkah msayarakat memiliki kesamaan derajat ?
6.     Apakah sudah berjalan dengan baik  ?








BAB 2
Pembahasan
A.    Pengertian Pelapisan Sosial

Pengertian pelapisan sosial menurut Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial.

P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

B.    proses terbentuknya pelapisan sosial

Pelapisan sosial terjadi dengan dua cara, yaitu :
·       Terjadi dengan sendirinya
Pada cara ini, pelapisan sosial terjadi secara alamiah atau tanpa kesengajaan. Hal ini akan membentuk pelapisan sosial yang bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan. Kedudukan seseorang pada pelapisan sosial ini juga terjadi secara otomatis.
·       Terjadi dengan sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

C.    Dasar pelapisa sosial

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut:

1)     Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak maka ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, ketika tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

2)     Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

3)     Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

D.    Pengertian kesamaan derajat

Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungkan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.

E.     Sudahkah msayarakat memiliki kesamaan derajat di depan/sisi hukum

Perlakuan yang sama di depan hukum diatur dalam UUD 1945 pasal 28 D ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan  perlindungan, dan kepstian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum”  (UUD 1945 Pasal 28 D ayat 1)
Maskud dari ayat diatas adalah setiap warga negara berhak mendapat pengakuan dan perlindungan dari negara. Serta setiap warga negara berhak untuk mendapat perlakuan dihadapan hukum yang adil dan sama untuk semua warga negara tanpa ada perbedaan sedikitpun.



F.     Apakah sudah berjalan dengan baik

Pendapat saya tentang kesamaan derajat dan pelapisan social di Indonesia belum sesuai dengan yang ada pada UUD 1945, di Indonesia masyarakat dari kalangan yang berada/elite mendapatkan kehormatan serta toleransi hokum lebih dibandingkan dengan masyarakat yang berkedudukan rendah.


BAB 3
Penutup
Kesimpulan

Pelapisan social adalah perbedaan dalam masyarakat yang masuk ke dalam susunan bertinkat atau seperti kasta.

Faktor-faktor yang membentuk Pelapisan Sosial (Stratifikasi Sosial) adalah Kekayaan, Kekuasaan atau Kewenangan, Kehormatan, dan Ilmu Pengetahuan.

Sifat stratifikasi social tertutup yaitu membatasi perpindahan lapisan social seseorang. Sedangkan stratifikasi social tertutup memungkinkan seseorang berpindah lapisan sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Kesamaan derajat adalah kesamaan diri sendiri kepada orang lain dan masyarakat, yang dinyatakan sebagai Hak Aasi Manusia.

Elite adalah golongan teratas atau menempati puncak struktur social yang terpenting dan mepunyai keunggulan dalam pencapaian di bidang mereka.




Sumber