MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
Danon Anung Triutomo (31418659)
1ID01
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Masyarakat terbagi menjadi dua yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Masyarakat desa dan kota dari dahulu memiliki sesuatu daya tarik untuk diteliti lebih dalam. Banyak aspek-aspek yang menarik perhatian dan hubungan antara desa dan kota tanpa disadari sangat kuat dan penting untuk dipahami secara lebih mendalam.
2. Maksud dan Tujuan
Ada pun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk melengkapi tugas Ilmu sosial dasar yang di berikan kepada saya dan saya berharap makalah ini akan bermanfaat bagi para pembaca
3. Rumusan Masalah
- Pengertian dari masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan?
- Perbedaan pedesaan dan perkotaan?
- Masih banyak kah urbanisasi?
- Apa yang harus dilakukan agar masyarakat tetap tinggal di desa?
4. Metode Penulisan
Metodologi penulisan yang penulis pakai dalam makalah ini adalah metodologi penulisan deskriptif.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
-
Masyarakat Pedesaan
Desa atau pedesaan yang sering kita sebut dengan kampung adalah suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota,yang di huni sekelompok atau sebagian masyarakat di mana sebagian besar mata pencaharianya adalah sebagai petani sedangkan secara atmininistrastif desa adalah yang terdiri dari satu atau lebih atau dusun di gabungkan hingga menjadi suatu daerah yang berdiri sendiri atau berhak mengatur rumah tangga sendiri (otonomi). Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah.
Berikut beberapa ciri-ciri masyarakat pedesaan :
- Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
- Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
- Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
- Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
- Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.B.
-
Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga sebagai urban community, pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupan serta ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Suatu kelompok/masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat kota apabila penghunu setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
- Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
- Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
- Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
- Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
- Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
B. Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.
Ciri ciri tersebut antara lain :
- jumlah dan kepadatan penduduk
- lingkungan hidup
- mata pencaharian
- corak kehidupan sosial
- stratifiksi sosial
- mobilitas sosial
- pola interaksi sosial
- solidaritas sosial
- kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional
C. Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap dalam kurun waktu tertentu. Urbanisasi menurut ilmu kependudukan sedikit berbeda, yakni presentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan.
Sementara menurut ilmu kependudukan, perpindahan penduduk dari desa ke kota ini hanya salah satu hal yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi itu sendiri. Namun dari kedua definisi di atas kita lebih mengenal urbanisasi sebagai definisi yang pertama, yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota. Mengapa orang-orang senang melakukan urbanisasi ini tentu ada alasannya. Kita akan mempelajarinya lebih lanjut.
D. Mengapa masih banyak urbanisasi
Urbanisasi tidak terjadi begitu saja tapi ada penyebabnya. Dalam hal ini, terdapat dua faktor penyebab urbanisasi, yaitu:
-
Faktor Pendorong dari Desa
- Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja yang sangat terbatas di desa.
- Tingkat kesuburan tanah yang tidak baik atau bencana kekeringan yang merusak kesuburan tanah di desa.
- Kehidupan yang monoton dan sulit berkembang di desa.
- Upah kerja atau penghasilan di desa yang masih sangat rendah.
- Fasilitas kehidupan di perdesaan tidak tersedia atau tidak memadai.
- Adanya bencana alam di perdesaan yang merusak sumber kehidupan masyarakatnya. Misalnya kemarau panjang, wabah penyakit, banjir, dan lainnya.
-
Faktor Penarik dari Kota
- Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja cenderung lebih banyak dibandingkan di perdesaan.
- Upah tenaga kerja di perkotaan jauh lebih tinggi.
- Tersedianya berbagai fasilitas kehidupan yang sangat memadai. Misalnya; fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan lainnya.
- Kehidupan di kota yang lebih modern menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang.
E. Apa yang harus dilakukan agar masyarakat tingal di desa
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir atau mengurangi penduduk yang melakukan urbanisasi dan tetap tinggal di desa adalah:
- Memperbanyak lapangan pekerjaan di wilayah desa.
- Menetapkan gaji yang memadai bagi masyarakat pedesaan dilapangan pekerjaan yang ada di wilayah pedesaan.
- Memperbanyak tempat untuk menuntut ilmu di wilayah pedesaan, contohnya : perguruan tinggi.
- Meningkatkan fasilitas untuk wilayah pedesaan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan mempunyai hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya kekeluargaan, seperti gotong royong dan tolong-menolong. Masyarakat pedesaan mencari mata pencaharian dengan cara bertani di sawah atau di ladang, Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan kesenian, ilmu pengetahuan . kurangnya lapangan pekerjaan di pedesaan membuat masyarakat desa susah dalam mencari pekerjaan sehingga membuat mereka pindah kekota di karnakan lebih banyaknya lapangan kerja yang terbuka di perkotaan
No comments:
Post a Comment