MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
“PENYEBAB KONFLIK AGAMA DAN
SOLUSINYA”

Disusun Oleh :
Danon Anung Triutomo (31418659)
Disini saya akan membahas apa yang menyebabkan terjadinya konflik dalam
agama Islam khususnya di Indonesia. Kita semua tahu bahwa tidak ada agama yang
mengajarkan umatnya untuk melakukan hal yang buruk, namun mengapa pada zaman
sekarang ini masih saja ada konflik yang terjadi antar umat beragama?
Terdapat beberapa penyebab terjadinya konflik di dalam
agama seperti :
1.
Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan
Kehidupan yang Harmonis
kita bisa membayangkan
bukan bahwa kehidupan harmonis itu sangat indah sekali untuk ditinggali. Untuk
menciptakan keharmonisan dalam berkehidupan antar sesama, maka diperlukan juga
yang namanya rasa memaklumi, tenggang rasa, dan menghormati yang harus dimiliki
oleh setiap orang namun pada kenyataanya Kita memaksakan kehendak demi
kepentingan pribadi menyingkirkan kebutuhan golongan yang mendasar begitu saja.
Rasa kurang simpati
inilah yang membuat kita akhirnya menjadi manusia yang individualis. Selama
kita aman dengan apapun yang kita pegang (termasuk agama), orang terluka di
depan mata pun nampaknya dibiarkan begitu saja. Sayangnya inilah yang seringkali
dilakukan oleh masyarakat mayoritas, apalagi dengan masyarakat mayoritas agama
tertentu. Jumlah suara yang begitu banyak akan menghancurkan suatu individu begitu saja, terutama yang
minoritas. Tentunya ini tidak dibenarkan, namun itu terjadi begitu saja.
2.
Penyalah Artian Ayat Dalam Kitab Suci
Kitab suci adalah kitab
yang di ciptakan ataupun diberikan oleh
tuhan tanpa campur tangan manusia. Yang mana isinya memiliki banyak arti, satu kalimat bisa
diartikan berbeda antar satu manusia dengan manusia yang lain. Tentang
pemahaman kitab suci inilah, kadang ada dari kita yang salah mengartikannya.
Banyak manusia yang “terlalu cepat” berpikir tanpa melakukan ulasan lebih
lanjut mengenasi suatu ayat.
Maka dari itu kita seharusnya
belajar agama dengan para ahlinya ,mempelajarinya ,mendalami makna dan mengerti
maksud dan tujuan dari ayat tersebut sebaik -baiknya agar tidak salah
pengertian dan menimbulkan konflik dimana-mana
3.
Pemikiran Radikal
Pada suatu agama yang
damai, ada suatu kelompok yang memaksakan kehendaknya dan berujung pada sikap
merendahkan agama lain. Inilah kelompok yang radikal. Kelompok ini selalu
menjalankan segala cara untuk semua pihak bisa “setuju” dengan apa yang ingin
dia capai. Ya, dia memaksakan kehendak seenak hati saja tanpa memikirkan
imbasnya pada orang lain.
Ada beberapa upaya yang
perlu ditempuh unuk menantisipasi konflik agama antara lain :
- saling mentautkan hati di antara umat
beragama, mempererat persahabatan dengan saling mengenal lebih jauh, serta
menumbuhkan kembali kesadaran bahwa setiap agama membawa misi kedamaian
- Segala macam bentuk ketidakadilan
struktural agama harus dihilangkan atau dibuat seminim mungkin.
- Perlu dikembangkan adanya identitas
bersama (common identity) misalnya kebangsaan (nasionalisme-Indonesia) agar
masyarakat menyadari pentingnya persatuan dalam berbangsa dan bernegara.
- Kesenjangan sosial dalam hal agama harus dibuat seminim mungkin, dan sedapat – dapatnya dihapuskan sama sekali.
- http://watipuspitasari.blogspot.com/2011/10/upaya-untuk-mengantisipasi-konflik.html
- https://hukamnas.com/penyebab-konflik-antar-agama
- https://nimassyafitri.wordpress.com/2015/01/25/konflik-antar-agama-di-indonesia/
No comments:
Post a Comment