Pages

Tuesday, June 25, 2019

PENYEBAB KONFLIK AGAMA DAN SOLUSINYA


MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR

“PENYEBAB KONFLIK AGAMA DAN SOLUSINYA”



Disusun Oleh :
Danon Anung Triutomo (31418659)


  

Disini saya akan membahas  apa yang menyebabkan terjadinya konflik dalam agama Islam khususnya di Indonesia. Kita semua tahu bahwa tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk melakukan hal yang buruk, namun mengapa pada zaman sekarang ini masih saja ada konflik yang terjadi antar umat beragama?
Terdapat beberapa penyebab terjadinya konflik di dalam agama seperti :

1.     Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan Kehidupan yang Harmonis

kita bisa membayangkan bukan bahwa kehidupan harmonis itu sangat indah sekali untuk ditinggali. Untuk menciptakan keharmonisan dalam berkehidupan antar sesama, maka diperlukan juga yang namanya rasa memaklumi, tenggang rasa, dan menghormati yang harus dimiliki oleh setiap orang namun pada kenyataanya Kita memaksakan kehendak demi kepentingan pribadi menyingkirkan kebutuhan golongan yang mendasar begitu saja.
Rasa kurang simpati inilah yang membuat kita akhirnya menjadi manusia yang individualis. Selama kita aman dengan apapun yang kita pegang (termasuk agama), orang terluka di depan mata pun nampaknya dibiarkan begitu saja. Sayangnya inilah yang seringkali dilakukan oleh masyarakat mayoritas, apalagi dengan masyarakat mayoritas agama tertentu. Jumlah suara yang begitu banyak akan menghancurkan suatu  individu begitu saja, terutama yang minoritas. Tentunya ini tidak dibenarkan, namun itu terjadi begitu saja.

2.     Penyalah Artian Ayat Dalam Kitab Suci

Kitab suci adalah kitab yang di  ciptakan ataupun diberikan oleh tuhan tanpa campur tangan manusia. Yang mana isinya  memiliki banyak arti, satu kalimat bisa diartikan berbeda antar satu manusia dengan manusia yang lain. Tentang pemahaman kitab suci inilah, kadang ada dari kita yang salah mengartikannya. Banyak manusia yang “terlalu cepat” berpikir tanpa melakukan ulasan lebih lanjut mengenasi suatu ayat.
Maka dari itu kita seharusnya belajar agama dengan para ahlinya ,mempelajarinya ,mendalami makna dan mengerti maksud dan tujuan dari ayat tersebut sebaik -baiknya agar tidak salah pengertian dan menimbulkan konflik dimana-mana

3.     Pemikiran Radikal

Pada suatu agama yang damai, ada suatu kelompok yang memaksakan kehendaknya dan berujung pada sikap merendahkan agama lain. Inilah kelompok yang radikal. Kelompok ini selalu menjalankan segala cara untuk semua pihak bisa “setuju” dengan apa yang ingin dia capai. Ya, dia memaksakan kehendak seenak hati saja tanpa memikirkan imbasnya pada orang lain.

Ada beberapa upaya yang perlu ditempuh unuk menantisipasi konflik agama antara lain :
  • saling mentautkan hati di antara umat beragama, mempererat persahabatan dengan saling mengenal lebih jauh, serta menumbuhkan kembali kesadaran bahwa setiap agama membawa misi kedamaian
  • Segala macam bentuk ketidakadilan struktural agama harus dihilangkan atau dibuat seminim mungkin.
  • Perlu dikembangkan adanya identitas bersama (common identity) misalnya kebangsaan (nasionalisme-Indonesia) agar masyarakat menyadari pentingnya persatuan dalam berbangsa dan bernegara.
  • Kesenjangan sosial dalam hal agama harus dibuat seminim mungkin, dan sedapat – dapatnya dihapuskan sama sekali.

 Sumber :


No comments:

Post a Comment